Indonesia Raya 3 Strata

INDONESIA RAYA 3 Strata :

Strata I :

Indonesia Tanah Airkoe…Tanah Toempah Darahkoe…

Disanalah Akoe Berdiri…Djadi Pandoe Iboekoe…

Indonesia Kebangsaankoe…Bangsa dan Tanah Airkoe…

Marilah Kita Berseroe…Indonesia Bersatoe…

Hidoeplah Tanahkoe…Hidoeplah Neg’rikoe…

Bangsakoe, Ra’jatkoe Sem’wanja…

Bangoenlah Djiwanja, Bangoenlah Badannja…

Oentoek Indonesia Raja…

Reff :

Indonesia Raja, Merdeka, Merdeka…

Tanahkoe, Neg’rikoe Jang Koetjinta…

Indonesia Raja, Merdeka, Merdeka…

Hidoeplah Indonesia Raja…

Strata II :

Indonesia Tanah Jang Moelia…Tanah Kita Jang Kaja…

Disanalah akoe berdiri…Oentoek S’lama-lamanja…

Indonesia Tanah Poesaka…P’saka Kita Semoeanja…

Marilah Kita Mendo’a…Indonesia Bahagia…

Soeboerlah Tanahnja…Soeboerlah Djiwanja…

Bangsanja, Ra’jatnja, Sem’wanja…

Sadarlah Hatinja…Sadarlah Boedinja…

Oentoek Indonesia Raja…

Reff :

Indonesia Raja, Merdeka, Merdeka…

Tanahkoe, Neg’rikoe Jang Koetjinta…

Indonesia Raja, Merdeka, Merdeka…

Hidoeplah Indonesia Raja…

Strata III :

Indonesia Tanah Jang Soetji…Tanah Kita Jang Sakti…

Disanalah Akoe Berdiri…’Ndjaga Iboe Sedjati…

Indonesia Tanah Berseri…Tanah Jang Akoe Sajangi…

Marilah Kita Berdjandji…Indonesia Abadi…

S’lamatlah Ra’jatnja…S’lamatlah Poetranja…

Poelaunja, Laoetnja, Sem’wanja…

Madjoelah Neg’rinja…Madjoelah Pandoenja…

Oentoek Indonesia Raja…

Reff :

Indonesia Raja, Merdeka, Merdeka…

Tanahkoe, Neg’rikoe Jang Koetjinta…

Indonesia Raja, Merdeka, Merdeka…

Hidoeplah Indonesia Raja…

Indonesia Raja, Merdeka, Merdeka…

Tanahkoe, Neg’rikoe Jang Koetjinta…

Indonesia Raja, Merdeka, Merdeka…

Hidoeplah Indonesia Raja…

Lambang POLRI

Lambang POLRI

Lambang POLRI

Lambang POLRI bernama Rastra Sewakottama yang berarti Polri adalah Abdi Utama daripada Nusa dan Bangsa.  Sebutan itu adalah Brata pertama dari “Tri Brata” yang diikrarkan sebagai pedoman hidup Polri sejak 1 Juli 1954.

Polri yang tumbuh dan berkembang dari rakyat dan untuk rakyat, memang harus berinisiatif dan bertindak sebagai abdi sekaligus pelindung dan pengayom rakyat.

Harus jauh dari tindakan dan sikap sebagai “penguasa”.  Ternyata prinsip ini sejalan dengan paham kepolisian di semua negara yang disebut new modern police philosophy.  “Vigilant Quiescant” (kami berjaga sepanjang waktu agar masyarakat tentram).

Prinsip ini diwujudkan dalam bentuk logo dengan rincian makna :

Perisai bermakna pelindung rakyat dan negara.

Tiang dan nyala obor bermakna penegasan tugas Polri, di samping memberi sesuluh atau penerangan juga bermakna penyadaran hati nurani masyarakat agar selalu sadar akan perlunya kondisi keamanan ketertiban masyarakat yang mantap.

Pancoran obor yang berjumlah 17 dengan 8 sudut pancar berlapis 4 tiang dan 5 penyangga bermakna 17 Agustus 1945 hari Proklamasi Kemerdekaan yang berarti Polri berperan langsung pada proses kemerdekaan dan sekaligus pernyataan bahwa Polri tak pernah lepas dari perjuangan bangsa dan negara.

Tangkai padi dan kapas menggambarkan cita-cita bangsa menuju kehidupan adil dan makmur, sedangkan 29 daun kapas dengan 9 putik dan 45 butir padi merupakan suatu pernyataan tanggal pelantikan Kapolri pertama 29 September 1945 yang dijabat oleh Jenderal Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo.

Tiga bintang di atas logo bermakna Tri Brata adalah pedoman hidup Polri.

Warna hitam dan kuning adalah warna legendaris Polri.

Warna kuning keemasan perlambang kebesaran dan keagungan hati nurani segenap personil Polri.

Warna hitam adalah lambang keabadian dan sikap tenang mantap yang bermakna harapan agar Polri selalu tidak goyah dalam situasi dan kondisi apapun, tenang, memiliki stabilitas nasional yang tinggi dan prima agar dapat selalu berpikir jernih,bersih, dan tepat dalam mengambil keputusan.

Arti & Makna Lambang Garuda Pancasila

Garuda Pancasila
Garuda Pancasila

Arti dan makna lambang Negara Indonesia “GARUDA PANCASILA” yaitu :

Burung garuda berwarna kuning emas mengepakkan sayapnya dengan gagah menoleh ke kanan. Dalam tubuhnya mengemas kelima dasar dari Pancasila.  Di tengah tameng yang bermakna benteng ketahanan filosofis, terbentang garis tebal yang bermakna garis khatulistiwa, yang merupakan lambang geografis lokasi Indonesia.  Kedua kakinya yang kokoh kekar mencengkeram kuat semboyan bangsa Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti “Berbeda-beda, Namun Tetap Satu“.

Secara tegas bangsa Indonesia telah memilih burung garuda sebagai lambang kebangsaannya yang besar, karena garuda adalah burung yang penuh percaya diri, energik dan dinamis.  Ia terbang menguasai angkasa dan memantau keadaan sendiri, tak suka bergantung pada yang lain.  Garuda yang merupakan lambang pemberani dalam mempertahankan wilayah, tetapi dia pun akan menghormati wilayah milik yang lain sekalipun wilayah itu milik burung yang lebih kecil.  Warna kuning emas melambangkan bangsa yang besar dan berjiwa priyagung sejati.

Burung garuda yang juga punya sifat sangat setia pada kewajiban sesuai dengan budaya bangsa yang dihayati secara turun temurun.  Burung garuda pun pantang mundur dan pantang menyerah.  Legenda semacam ini juga diabadikan sangat indah oleh nenek moyang bangsa Indonesia pada candi dan di berbagai prasasti sejak abad ke-15.

Keberhasilan bangsa Indonesia dalam meraih cita-citanya menjadi negara yang merdeka bersatu dan berdaulat pada tanggal 17 Agustus 1945, tertera lengkap dalam lambang garuda.  17 helai bulu pada sayapnya yang membentang gagah melambangkan tanggal 17 hari kemerdekaan Indonesia, 8 helai bulu pada ekornya melambangkan bulan Agustus, dan ke-45 helai bulu pada lehernya melambangkan tahun 1945 adalah tahun kemerdekaan Indonesia.  Semua itu memuat kemasan historis bangsa Indonesia sebagai titik puncak dari segala perjuangan bangsa Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaannya yang panjang.  Dengan demikian lambang burung garuda itu semakin gagah mengemas lengkap empat arti visual sekaligus, yaitu makna filosofis, geografis, sosiologis, dan historis.

Presiden SBY Melantik Perwira Remaja TNI-POLRI

dsc00807Disaat sedang dihujani demontrasi penolakan dan kritikan atas kebijakan-kebijakan pemerintahnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Bambang Yudhoyono menyempatkan diri hadir ke Akademi Militer (AKMIL) di Bukit Tidar Magelang,Jawa Tengah untuk menjadi inspektur upacara dalam acara Prasetya Perwira (PRASPA) dan Pelantikan Perwira  TNI-POLRI (17/12).

 

Setelah pembacaan Surat Keputusan Presiden RI Nomer 69 TNI dan Keputusan Presiden Nomer 70 Polri Tahun 2008 tentang Pengangkatan Perwira TNI dan POLRI, kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda pangkat oleh Presiden kepada 4 orang Adimakayasa (lulusan terbaik) Perwira Remaja dari masing-masing angkatan TNI dan Kepolisian RI.

Ke-4 perwakilan perwira tersebut yakni :

  1. Sermatutar Taufik Arifiyanto   (AKMIL),
  2. Sermatukad Mahmud Ridho Ardi  (AAL),
  3. Sermatutar Ade Chrisanda  (AAU), dan
  4. Brigtutar Dimas Ferry Anuraga  (AKPOL).

 

Bangsa dan Negara mengharapkan besar kepada seluruh perwira-perwira muda yg dilantik tersebut dikemudian hari menjadi seorang pemimpin yang akan membawa perubahan-perubahan yang berarti tehadap bangsa dan negara agar menjadi lebih baik, serta menjadi andalan untuk menjaga keamanan dan ketertiban negara serta menjaga harkat, martabat negara Indonesia dipandangan mata dunia.

TNI

Tentara Nasional Indonesia

garuda pancasila

garuda pancasila

TNI (Tentara Nasional Indonesia) terdiri dari ketiga angkatan bersenjata, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Masing-masing angkatan memiliki Kepala Staf Angkatan dan dibawah pimpinan panglima TNI.Dalam sejarahnya, TNI pernah digabung dengan POLRI (Kepolisian Republik Indonesia). Gabungan ini disebut ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).
Sesuai Ketetapan MPR nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI serta Ketetapan MPR nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran POLRI maka pada tanggal 30 September 2004 telah disahkan RUU TNI oleh DPR RI yang selanjutnya ditanda tangani oleh Presiden Megawati pada tanggal 19 Oktober 2004.TNI dipimpin oleh seorang Panglima TNI. Panglima TNI saat ini adalah Jenderal TNI Djoko Santoso.

Sejarah TNI
Negara Indonesia pada awal berdirinya sama sekali tidak mempunyai kesatuan tentara. BKR (Badan Keamanan Rakyat) yang dibentuk dalam sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945 dan diumumkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 23 Agustus 1945 bukanlah tentara sebagai suatu organisasi kemiliteran yang resmi.
BKR baik di pusat maupun di daerah berada di bawah wewenang KNIP dan KNI Daerah dan tidak berada di bawah perintah presiden sebagai panglima tertinggi angkatan perang. BKR juga tidak berada di bawah koordinasi Menteri Pertahanan. BKR hanya disiapkan untuk memelihara keamanan setempat agar tidak menimbulkan kesan bahwa Indonesia menyiapkan diri untuk memulai peperangan menghadapi Sekutu.
Akhirnya, melalui Dekrit Presiden tanggal 5 Oktober 1945 (hingga saat ini diperingati sebagai hari kelahiran TNI), BKR diubah menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Pada tanggal 7 Januari 1946, Tentara Keamanan Rakyat berganti nama menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kemudian pada 24 Januari 1946, Tentara Keselamatan Rakyat dirubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia.
Karena saat itu di Indonesia terdapat barisan-barisan bersenjata lainnya di samping Tentara Republik Indonesia, maka pada tanggal 5 Mei 1947, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan untuk mempersatukan Tentara Republik Indonesia dengan barisan-barisan bersenjata tersebut menjadi TNI (Tentara NasionalIndonesia). Penyatuan itu terjadi dan diresmikan pada tanggal 3 Juni 1947.

Tugas TNI

Sesuai UU TNI Pasal 7 ayat (1), Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. (2) Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan:
1. operasi militer untuk perang
2. operasi militer selain perang, yaitu untuk:
a. mengatasi gerakan separatis bersenjata
b. mengatasi pemberontakan bersenjata
c. mengatasi aksi terorisme
d. mengamankan wilayah perbatasan
e. mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis
f. melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri
g. mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya
h. memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta
i. membantu tugas pemerintahan di daerah
j. membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang
k. membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia
l. membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan
m. membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue)
n. membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan, dan penyelundupan.

Kemudian ayat (3) berbunyi Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

Kekuatan Bersenjata Indonesia
Berikut adalah data mengenai kekuatan angkatan bersenjata Indonesia:

TNI Angkatan Darat

logo kostrad

logo kostrad

Jumlah prajurit: 276.953

Kekuatan Terpusat
– Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat:
– Dua divisi satuan tempur
– 18 batalion infrantri
– 16 batalion lain
– Komando Pasukan Khusus:
– 4 grup tempur dan 1 grup pendidikan

Kekuatan Kewilayahan
– Komando Daerah Militer: 11
– Komando Resor Militer: 39
– Komando Distrik Militer: 267
– Batalion: 96

Kekuatan Badan Pelaksana Pusat
– Resimen Zeni Konstruksi: 1
– Skuadron Penerbang TNI AD: 2
– Lima batalion lain

PasKa On Action

PasKa On Action

TNI Angkatan Laut
Jumlah prajurit: 57.197

Sistem Senjata Armada Terpadu
– Kapal Republik Indonesia: 117
– Kapal Angkatan Laut: 71
– Pasukan Marinir: 1
– Brigade Marinir: 1
– Komando Latih Marinir: 1

Kekuatan Kewilayahan
– Armada Barat
– Armada Timur
– Pangkalan Utama Angkatan Laut:
– Kelas A: 7
– Kelas B: 24
– Kelas C: 19
– Kelas khusus: 3

TNI Angkatan Udara

sukhoi su27au

sukhoi su27au

Jumlah prajurit: 27.673

– Skuadron Udara
– Skuadron tempur: 7
– Skuadron angkut: 5
– Skuadron intai: 1
– Skuadron helikopter: 3
– Skuadron latih: 2

– Pangkalan Udara
– Pangkalan udara: 41
– Detasemen: 8
– Pos angkatan udara: 80

– Pasukan Khas
– 3 wing

– Satuan Radar
– 17 satuan radar pertahanan udara

Copyright from Sejarah TNI Wikipedia

  • June 2017
    M T W T F S S
    « Jan    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • Recent Posts

  • Recent Comments

    wdynasty on Arti & Makna Lambang Garud…
    iez on Arti & Makna Lambang Garud…
    wdynasty on Harga BBM Turun VS Kesengsaraa…
    Garuda on Presiden SBY Melantik Perwira…
    Mahendra on Harga BBM Turun VS Kesengsaraa…
  • Hubungi Saya . . .

    Wdinasty Widysta's Facebook Profile
  • My Url

    Locations of visitors to this page My Popularity (by popuri.us) Kurs Klik BCA 26-Des-2008 / 15:36 WIB
  • USD 11600.00 10600.00
    SGD 8047.50 7327.50
    HKD 1497.90 1366.60
    CHF 10818.25 9857.25