Presiden SBY Melantik Perwira Remaja TNI-POLRI

dsc00807Disaat sedang dihujani demontrasi penolakan dan kritikan atas kebijakan-kebijakan pemerintahnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Bambang Yudhoyono menyempatkan diri hadir ke Akademi Militer (AKMIL) di Bukit Tidar Magelang,Jawa Tengah untuk menjadi inspektur upacara dalam acara Prasetya Perwira (PRASPA) dan Pelantikan Perwira  TNI-POLRI (17/12).

 

Setelah pembacaan Surat Keputusan Presiden RI Nomer 69 TNI dan Keputusan Presiden Nomer 70 Polri Tahun 2008 tentang Pengangkatan Perwira TNI dan POLRI, kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda pangkat oleh Presiden kepada 4 orang Adimakayasa (lulusan terbaik) Perwira Remaja dari masing-masing angkatan TNI dan Kepolisian RI.

Ke-4 perwakilan perwira tersebut yakni :

  1. Sermatutar Taufik Arifiyanto   (AKMIL),
  2. Sermatukad Mahmud Ridho Ardi  (AAL),
  3. Sermatutar Ade Chrisanda  (AAU), dan
  4. Brigtutar Dimas Ferry Anuraga  (AKPOL).

 

Bangsa dan Negara mengharapkan besar kepada seluruh perwira-perwira muda yg dilantik tersebut dikemudian hari menjadi seorang pemimpin yang akan membawa perubahan-perubahan yang berarti tehadap bangsa dan negara agar menjadi lebih baik, serta menjadi andalan untuk menjaga keamanan dan ketertiban negara serta menjaga harkat, martabat negara Indonesia dipandangan mata dunia.

TNI

Tentara Nasional Indonesia

garuda pancasila

garuda pancasila

TNI (Tentara Nasional Indonesia) terdiri dari ketiga angkatan bersenjata, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Masing-masing angkatan memiliki Kepala Staf Angkatan dan dibawah pimpinan panglima TNI.Dalam sejarahnya, TNI pernah digabung dengan POLRI (Kepolisian Republik Indonesia). Gabungan ini disebut ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).
Sesuai Ketetapan MPR nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI serta Ketetapan MPR nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran POLRI maka pada tanggal 30 September 2004 telah disahkan RUU TNI oleh DPR RI yang selanjutnya ditanda tangani oleh Presiden Megawati pada tanggal 19 Oktober 2004.TNI dipimpin oleh seorang Panglima TNI. Panglima TNI saat ini adalah Jenderal TNI Djoko Santoso.

Sejarah TNI
Negara Indonesia pada awal berdirinya sama sekali tidak mempunyai kesatuan tentara. BKR (Badan Keamanan Rakyat) yang dibentuk dalam sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945 dan diumumkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 23 Agustus 1945 bukanlah tentara sebagai suatu organisasi kemiliteran yang resmi.
BKR baik di pusat maupun di daerah berada di bawah wewenang KNIP dan KNI Daerah dan tidak berada di bawah perintah presiden sebagai panglima tertinggi angkatan perang. BKR juga tidak berada di bawah koordinasi Menteri Pertahanan. BKR hanya disiapkan untuk memelihara keamanan setempat agar tidak menimbulkan kesan bahwa Indonesia menyiapkan diri untuk memulai peperangan menghadapi Sekutu.
Akhirnya, melalui Dekrit Presiden tanggal 5 Oktober 1945 (hingga saat ini diperingati sebagai hari kelahiran TNI), BKR diubah menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Pada tanggal 7 Januari 1946, Tentara Keamanan Rakyat berganti nama menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kemudian pada 24 Januari 1946, Tentara Keselamatan Rakyat dirubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia.
Karena saat itu di Indonesia terdapat barisan-barisan bersenjata lainnya di samping Tentara Republik Indonesia, maka pada tanggal 5 Mei 1947, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan untuk mempersatukan Tentara Republik Indonesia dengan barisan-barisan bersenjata tersebut menjadi TNI (Tentara NasionalIndonesia). Penyatuan itu terjadi dan diresmikan pada tanggal 3 Juni 1947.

Tugas TNI

Sesuai UU TNI Pasal 7 ayat (1), Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. (2) Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan:
1. operasi militer untuk perang
2. operasi militer selain perang, yaitu untuk:
a. mengatasi gerakan separatis bersenjata
b. mengatasi pemberontakan bersenjata
c. mengatasi aksi terorisme
d. mengamankan wilayah perbatasan
e. mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis
f. melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri
g. mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya
h. memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta
i. membantu tugas pemerintahan di daerah
j. membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang
k. membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia
l. membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan
m. membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue)
n. membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan, dan penyelundupan.

Kemudian ayat (3) berbunyi Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

Kekuatan Bersenjata Indonesia
Berikut adalah data mengenai kekuatan angkatan bersenjata Indonesia:

TNI Angkatan Darat

logo kostrad

logo kostrad

Jumlah prajurit: 276.953

Kekuatan Terpusat
– Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat:
– Dua divisi satuan tempur
– 18 batalion infrantri
– 16 batalion lain
– Komando Pasukan Khusus:
– 4 grup tempur dan 1 grup pendidikan

Kekuatan Kewilayahan
– Komando Daerah Militer: 11
– Komando Resor Militer: 39
– Komando Distrik Militer: 267
– Batalion: 96

Kekuatan Badan Pelaksana Pusat
– Resimen Zeni Konstruksi: 1
– Skuadron Penerbang TNI AD: 2
– Lima batalion lain

PasKa On Action

PasKa On Action

TNI Angkatan Laut
Jumlah prajurit: 57.197

Sistem Senjata Armada Terpadu
– Kapal Republik Indonesia: 117
– Kapal Angkatan Laut: 71
– Pasukan Marinir: 1
– Brigade Marinir: 1
– Komando Latih Marinir: 1

Kekuatan Kewilayahan
– Armada Barat
– Armada Timur
– Pangkalan Utama Angkatan Laut:
– Kelas A: 7
– Kelas B: 24
– Kelas C: 19
– Kelas khusus: 3

TNI Angkatan Udara

sukhoi su27au

sukhoi su27au

Jumlah prajurit: 27.673

– Skuadron Udara
– Skuadron tempur: 7
– Skuadron angkut: 5
– Skuadron intai: 1
– Skuadron helikopter: 3
– Skuadron latih: 2

– Pangkalan Udara
– Pangkalan udara: 41
– Detasemen: 8
– Pos angkatan udara: 80

– Pasukan Khas
– 3 wing

– Satuan Radar
– 17 satuan radar pertahanan udara

Copyright from Sejarah TNI Wikipedia

  • August 2017
    M T W T F S S
    « Jan    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Recent Posts

  • Recent Comments

    wdynasty on Arti & Makna Lambang Garud…
    iez on Arti & Makna Lambang Garud…
    wdynasty on Harga BBM Turun VS Kesengsaraa…
    Garuda on Presiden SBY Melantik Perwira…
    Mahendra on Harga BBM Turun VS Kesengsaraa…
  • Hubungi Saya . . .

    Wdinasty Widysta's Facebook Profile
  • My Url

    Locations of visitors to this page My Popularity (by popuri.us) Kurs Klik BCA 26-Des-2008 / 15:36 WIB
  • USD 11600.00 10600.00
    SGD 8047.50 7327.50
    HKD 1497.90 1366.60
    CHF 10818.25 9857.25